Rabu, 29 Agustus 2012

cut abang #3

Hai, sudah lama tak menyapamu... ah ini hanya hayalan, bertemu saja kita tidak pernah :D *nyengir kuda. oh pernah ternyata, dalam mimpi.. masih ingat? saat itu kamu persis duduk tepat di samping mejaku, dan itu di tempat bakso :D salah satu makanan paporit ku dan mungkin juga kamu :P. ya aku menyapamu " bang, bole minta saos sama kecapnya?" hihihi... cuma itu (tok). terus masing2 dari kita sibuk menikmati bakso bulat kae pimpong *lah kok nyanyi :))*.

dirimu memang laki2 misterius, tatapan mu yang selalu tertunduk membuatku makin suka. itu tandanya kamu menjaga pandangan kan? atau lagi serius makan ya? *haha maap akhi :p*. Yang aku ingat lagi saat itu kamu memakai baju warna kesukaan ku "putih" tapi kali ini bukan koko :). kita cuma ketemu sangat singkat.. cuma di tempat bakso. kapan ya ketemu di ijab kabul? #apeuuuu :)))

Oia, aku mau kasih tau.. hari ini orderan kerjaan sedikit longgar bahkan belum ada dikantor, walhasil cuma browsing2 di internet. singkat kata aku menemukan tulisan di salah satu web ini: http://www.eramuslim.com/berita--jika-aku-jatuh-cinta-.html . isinya ga lain ga bukan doa seseorang terhadap orang yang akan di cintainya (kelak). Doanya sama seperti doaku (kepadamu)... ;)

sudah dulu ya.. aku mau lanjut baca2... sampai ketemu (kapan kapan :D)





Sabtu, 28 April 2012

ibu-ibu bertanya

Sudah kebal klo ditanya "kapan menikah? sudah punya calon? masa siyh udah lama tinggal diluar ga ada satupun yang kecantol?" dan gw cukup ngejawab dengan sesimple-simplenya, ga perlu pake kata, cukup copy paste emoticon dari bbm gw >> ":D" hihihi. Percuma klo mau dijelasin juga, toh sesetiap orang ga akan pernah puas buat nanya ini itu. Dari pada ngeluarin statement macam-macam, mending senyum manis, siapa tau ada abang manis lewat trus kecantol #nah #loh haha. 

Memang siyh, di umur yang sudah 27 tahun ini, kata orang sudah cukup buat menikah, malah kata medis kelamaan nikah ga baek buat kehamilan ntar. Okeh, itu mah gw ngerti. Nah sekarang persoalannya adalah ama siapa? emang boleh asal nyomot? heuheuhue "kue kali comot". Lagian, klo dibilang ga ngebuka hati, ga juga. hati eneng mah selalu kebuka buat abang #eaa *salah fokus*. Rahasianya itu cuma ama tuhan, hanya Doi yang tau kapan n ama siapa gw ntar. Jadi buat gw siyh sik asik aja. Klo kata ustad, "lu pasti dapat co yang sama persis kae lu, jadi klo lu mau dapat co yang baek, lu kudu baek, tapi klo lu baek, and lu dapat yang jelek, kasian deh lu, hehe ga ding, itu bakal jadi ladang amal, dan kapan lu dapat jodoh, semua serahkan pada Allah" (heuheu, ustad ghaul).

Intinya adalah pengendalian diri (*bukaann bukaan itu *plak). Yang benernya santai aja, smua udah ada yang ngatur, usaha udah, doa udah, tinggal dikasih aja.-sekian-

Kamis, 08 Maret 2012

Pria sudut warung kopi

Meja segi empat berukuran 50 x  80 cm yang dicat berwarna hitam, terletak di paling pojok, tepat di bawah tangga, tepatnya sebelah kanan jika dilihat dari arah depan warung kopi itu. Diapit dua kursi, dengan warna senada, yang satunya sudah terisi oleh sosok pria yang dari tadi sudah menjadi fokus perhatianku.

Pria dengan paras sendu tapi tegas dan rambut ikal yang sedikit kusut, seperti tampak belum sempat disisir.  Dengan memakai baju biru dengan garis putih tipis sedikit di kerahnya. Celana jeans yang ia kenakan tak jauh usangnya seperti sepeda butut masa kecilku yang ku parkir tepat di bawah pohon asam di depan warung kopi itu juga. Tapi celana itu tetap saja menarik, ada sobekan kecil di dua lututnya, ntah karena sengaja atau memang pernah jatuh dan lalu koyak. Yang lebih menarik bukan baju atau celana yang ia kenakan. Sekali mataku melirik dan tepat di matanya, itu sudah membuat jantungku sedikit gemetar. Dan lirikan kedua membuat aku tak bisa melihat orang sekitarku dalam warung kopi itu, hanya ada dia. Wajahnya kelihatan kuat, jelas bukan pria manja atau metroseksual. wajahnya seperti magnet yang terus membuatku tak bisa berpaling. Matanya sayu tapi tajam, hidungnya mancung dan tidak terlalu besar, dan terlebih lagi bibirnya sedikit tipis berwarna merah jambu, tapi itu bukan lipstik, melainkan warna asli bibirnya. Aku yakin dia bukan pria perokok, jelas tidak ada asbak di atas mejanya.  Hanya secangkir kopi pekat, roti selai, dan sebuah koran media setempat yang dari tadi dibacanya.

Terpikir olehku, kenapa tak ada yang menemaninya. Apakah dia sedang menunggu seseorang atau memang hanya ingin sendiri ya? Di kota ini warung kopi merupakan tempat wajib untuk di tongkrongi. Bahkan sering dijadikan rumah kedua bagi sebagian orang, khususnya laki-laki,. Ya mungkin saja pria itu hanya ingin duduk sendiri sambil menikmati secangkir kopi pekat serta membaca koran yang sedari tadi sudah dibolak-balik olehnya.

Kuakui pria itu tampan dan sangat menarik perhatianku. Terbukti aku sesekali mencuri pandang kesudut warung kopi tempat ia duduk. Aku sebenarnya penasaran, sedang apa dia disini, dimalam minggu ini. Yang terpikir olehku adalah pria ini masing single. Karena, jika dia mempunyai kekasih, sudah pasti malam minggu yang tepat jatuh bersamaan dengang valentine tahun ini, ia sudah pasti sedang merayakan dengan pasangannya. sedikit rasa senang, dan semakin penasaran aku dibuatnya.

Sejenak aku kembali asyik berbincang dengan beberapa temenku yang semuanya pria dan semuanya  jomblo termasuk aku (*hehe, jomblo bermartabat). Posisiku duduk di depan, tepatnya di sebelah kiri warung kopi itu. dan aku duduk menghadap kedalam. Cukup menarik garis pandang secara diagonal, aku sudah bisa melihat pria itu. Di beberapa selingan tawa, aku menyempatkan untuk melihatnya lagi, dan dia masih saja duduk sendiri.

Sudah 45 menit berlalu dari pandangan pertama ku pada sosok pria sudut warung kopi itu, tiba-tiba ada yang sedikit berbeda. Ada sosok wanita baru saja datang ke warung kopi ini. Dengan menggunakan kemeja putih di padu dengan jeans biru muda, serta warna jilbab yang sepadan dengan jeansnya, datang mengampiri meja sudut warung kopi yang dari tadi sudah menjadi pusat perhatianku.

Hanya seper-sekian detik aku hanya diam dengan pandangan kosong, ketika pria tadi menyambut wanita itu dengan senyuman yang semakin mempermanis wajah tegasnya. Dengan sikap gentlemen dia berdiri dan menarik kursi yang sedari tadi dibiarkan kosong didepannya. Dan ternyata kursi itu sudah ada pemiliknya, begitu juga dengan pria itu, bukan single ternyata (*kecewa, hiks).

Akhirnya aku cuma bisa tersenyum sendiri, pria itu cuma sebatas pandangan saja (*hehe, kaleuum). Tak apalah, setidaknya ada waktu hampir satu jam aku bisa melihatnya. sekarang kembali ke laptop, eh salah (*salting), maksutku kembali berbincang-bincang dengan teman laki-laki ku tentang bahagianya bersama di malam minggu di valentine tahun ini. Berharap saja, semoga nanti pria yang duduk di sudut warung kopi itu masih single (*teteuup).

Selasa, 06 Maret 2012

Bebas saja

Tak ada yang berubah,
Seperti ini aku, seperti ini jiwaku.
Bebas, lepas, dan sesuka ku.
Hidup tanpa batas.

Aturan itu memuakkan, bagiku
Apa gunanya itu?
Tak lebih dari penjara.
Melangkah saja perlu ini itu.

Mereka saja yang lakukan, bukan aku.
Atau kamu, ya kamu yang buat aturan itu.
Bagaimana adilkan?
Coba kau lakukan, dan kemudian nikmati aturan mu sendiri.

Aku?
Sudah aku bilang.
Hidup ku tanpa batas.
Bebas, lepas, dan sesuka ku.
Seperti ini aku, seperti ini jiwaku.
Tak ada yang berubah.




Jumat, 27 Januari 2012

Jumat itu Spesial

Iya, memang jumat itu spesial, tapi ga pake daun bawang ama seledri ya, sambalnya yang banyak, ahahah... ini bukan tukang bakso kaliiiiiii #huhhah.  Dia itu spesial karena menurut teman saya @onossel, hari jumat adalah hari dimana bumi pertama kali diciptakan. Dan kata ibu-ibu tetangga ku dibandung, kalau kamu lahirnya hari jumat, kamu akan susah di guna-guna #eh #apadeh (percaya atau tidak).

Ya jumat, hari dimana banyak orang menyambutnya dengan ceria, ga ada alasan lain, karena weekend telah tiba, betulkan? hehe.


Yang jelas Jumat itu adalah hari lahir ku kedunia, tepat di subuh hari saat mentari masih malu-malu membukakan matanya, saat embun pagi membasahi dunia. Dan aku inginkan Jumat juga hari istimewaku yang lainnya. Hari dimana kamu meminangku dengan bismillah *berasa kae di film deh hehe. Dan semoga hari terakhirku di dunia juga hari Jumat, karena jumat adalah hari baik, khususnya buat ku. Amin,

Kamis, 26 Januari 2012

Cut Abang #2

Baju Koko putih dengan kupiah hitam ditambah sajadah biru itu belum seberapa teduh dirimu bila kupandang. Wajahmu ternyata lebih sejuk dan seukir senyum kau menyapa kaum mu. Hemm... aku harus lebih menundukan hati kalau begini ceritanya, hehe. Aku hanya ingin menatapmu puas tanpa berkedip dan mungkin tidak bernapas seperkian detiknya. Iya, itu disaat hijab sudah dibuka, dan kata-kata Qabul sudah di kumandangkan pada semesta raya.

Entah mengapa aku suka hari jumat. Mungkin karena aku dilahirkan di hari jumat, atau karena kamu tampak selalu istimewa di hari ini. Mungkin saja kita akan bertemu di hari jumat.. #eh #bolehjadi. Yang jelas, setiap Jumat kamu tampak lebih dewasa, bahkan dari jumat sebelumnya. Wajahmu semakin berseri, kalah deh yang namanya Edward Cullen #pastinya.

oia, jangan lupa makan siang dan selamat bekerja. Nanti malam kita ketemu lagi ya, bangunkan aku.




teruntuk,

Kamu, Pria ku :)


Aku bukan halte busway, tapi terminal lebak bulus

Kamu datang dan pergi begitu saja. Memangnya aku ini halte? *cihh. Iya kamu datang ketika hujan lebat atau panas menyengat. kalau cuacanya bagus, kamu pergi lagi. apa-apaan kamu !!!

Hei tolol, aku ini terminal, bukan halte, tempat singgah. Aku tempat kamu memutuskan kemana kamu akan pergi. Sanaa pergi ke pohon rindang di samping abang penjual buku bekas itu. berteduh saja disitu. Kali aja kamu bisa baca buku bekas itu. ya orang-orang bekas seperti mu pantas disana. Orang yang belum kemana tujuan hidupnya.

Aku ingatkan ya, kalau kamu sudah tau mau kemana, boleh kamu menemuiku, disini.


Dasar tukang singgah