Jumat, 09 November 2012
love u
Cuma Kamu yang bisa dipercaya di dunia ini,
Cuma Kamu yang ga pernah ingkar janji
Cuma Kamu yang ga gombal sana sini
Cuma Kamu yang punya janji pasti
Cuma Kamu yang ga dengki
Cuma Kamu yang ga iri hati
Cuma Kamu GOD.....cuma Kamuuuuuuu
Aku pernah bodoh
Aku sering bodoh
Aku terlalu bodoh
Aku bodoh
Maafkan aku
GOD i love you
Rabu, 24 Oktober 2012
besok lebaran haji, mau donk naik haji
apa emang gw belum pantas kali ya buat naik haji... masih acakadut gini nih amalnya.. sekali naik.. dua kali turun :( *astagfirullah... gw pengen naik haji karena gw pengen ngerasain sedekat2nya gw ama yang nyiptain gw.. dialah Allah SWT... pengen nangis senangisnya.. pengen curhat... dan yang terutama minta ampun, secara nyadar diri klo uda banyak bikin dosa :(
selama ini klo gw pengen curhat ama DIA... tempat paling paporit buat gw cuma mesjid, ngerasa adeeeeem aja gtu. tapi nyari moment pas lagi ga rame orang siyh, kan malu juga gtu ada isak-isak tangis dibalik mukena putih nan sayu *halah
smoga doa gw di dengar dan dimudahkan ama yang di atas, amiiiin... mumpung besok lebaran haji, doa gw yang utama ga ada lain ga ada bukan "mau donk naik haji"
*ditulis dengan sadar sesadar-sadarnya :D
Apa Apa Malas
Gini nih klo lagi mood malasnya datang. mau kerja, mau ini mau itu.. malas.. yang ga malas cuma makan ama tidur doank. mungkin ga ya, karena uda beberapa bulan kemaren emang kerjaan lagi menggila dan akhirnya uda sampe dititk gw lemah letih lesu *iklan apa hayooo :)).
klo dalam islam "lagi ga mood" itu sama aja kae futur *mama dedeh* :))..... eits... meskipun malas kaga lupa sholat ye *kedip-kedip*.
sepertinya emang gw butuh refreshing, jalan ke pantai, gunung, ato keluar kota., melipir ke sudut kota gtu beberapa hari...tapiiiii...."emang bisa??" hummm,, lah ini masalahnya.. kerjaan yang ga kenal waktu, meski sabtu minggu itu normalnya libur, bisa aja gw masuk kantor. jadi gw sendiri ga bisa nentuin kapan gw bisa libur *nangis guling guling* :(((
jadi gw harus bagaimana??? :(... kaenya emang perlu pergi sendiri ke pantai yang deket2 kota.. trus makan ikan bakar + kelapa muda + melamun ... *ntar disangka lagi galau
ok sekian.. dan mau lanjut tidur *jiaaaaaaah
Senin, 08 Oktober 2012
waiting
Rabu, 29 Agustus 2012
cut abang #3
Sabtu, 28 April 2012
ibu-ibu bertanya
Kamis, 08 Maret 2012
Pria sudut warung kopi
Terpikir olehku, kenapa tak ada yang menemaninya. Apakah dia sedang menunggu seseorang atau memang hanya ingin sendiri ya? Di kota ini warung kopi merupakan tempat wajib untuk di tongkrongi. Bahkan sering dijadikan rumah kedua bagi sebagian orang, khususnya laki-laki,. Ya mungkin saja pria itu hanya ingin duduk sendiri sambil menikmati secangkir kopi pekat serta membaca koran yang sedari tadi sudah dibolak-balik olehnya.
Kuakui pria itu tampan dan sangat menarik perhatianku. Terbukti aku sesekali mencuri pandang kesudut warung kopi tempat ia duduk. Aku sebenarnya penasaran, sedang apa dia disini, dimalam minggu ini. Yang terpikir olehku adalah pria ini masing single. Karena, jika dia mempunyai kekasih, sudah pasti malam minggu yang tepat jatuh bersamaan dengang valentine tahun ini, ia sudah pasti sedang merayakan dengan pasangannya. sedikit rasa senang, dan semakin penasaran aku dibuatnya.
Sejenak aku kembali asyik berbincang dengan beberapa temenku yang semuanya pria dan semuanya jomblo termasuk aku (*hehe, jomblo bermartabat). Posisiku duduk di depan, tepatnya di sebelah kiri warung kopi itu. dan aku duduk menghadap kedalam. Cukup menarik garis pandang secara diagonal, aku sudah bisa melihat pria itu. Di beberapa selingan tawa, aku menyempatkan untuk melihatnya lagi, dan dia masih saja duduk sendiri.
Sudah 45 menit berlalu dari pandangan pertama ku pada sosok pria sudut warung kopi itu, tiba-tiba ada yang sedikit berbeda. Ada sosok wanita baru saja datang ke warung kopi ini. Dengan menggunakan kemeja putih di padu dengan jeans biru muda, serta warna jilbab yang sepadan dengan jeansnya, datang mengampiri meja sudut warung kopi yang dari tadi sudah menjadi pusat perhatianku.
Hanya seper-sekian detik aku hanya diam dengan pandangan kosong, ketika pria tadi menyambut wanita itu dengan senyuman yang semakin mempermanis wajah tegasnya. Dengan sikap gentlemen dia berdiri dan menarik kursi yang sedari tadi dibiarkan kosong didepannya. Dan ternyata kursi itu sudah ada pemiliknya, begitu juga dengan pria itu, bukan single ternyata (*kecewa, hiks).
Akhirnya aku cuma bisa tersenyum sendiri, pria itu cuma sebatas pandangan saja (*hehe, kaleuum). Tak apalah, setidaknya ada waktu hampir satu jam aku bisa melihatnya. sekarang kembali ke laptop, eh salah (*salting), maksutku kembali berbincang-bincang dengan teman laki-laki ku tentang bahagianya bersama di malam minggu di valentine tahun ini. Berharap saja, semoga nanti pria yang duduk di sudut warung kopi itu masih single (*teteuup).
Selasa, 06 Maret 2012
Bebas saja
Seperti ini aku, seperti ini jiwaku.
Bebas, lepas, dan sesuka ku.
Hidup tanpa batas.
Aturan itu memuakkan, bagiku
Apa gunanya itu?
Tak lebih dari penjara.
Melangkah saja perlu ini itu.
Mereka saja yang lakukan, bukan aku.
Atau kamu, ya kamu yang buat aturan itu.
Bagaimana adilkan?
Coba kau lakukan, dan kemudian nikmati aturan mu sendiri.
Aku?
Sudah aku bilang.
Hidup ku tanpa batas.
Bebas, lepas, dan sesuka ku.
Seperti ini aku, seperti ini jiwaku.
Tak ada yang berubah.
Jumat, 27 Januari 2012
Jumat itu Spesial
Ya jumat, hari dimana banyak orang menyambutnya dengan ceria, ga ada alasan lain, karena weekend telah tiba, betulkan? hehe.
Yang jelas Jumat itu adalah hari lahir ku kedunia, tepat di subuh hari saat mentari masih malu-malu membukakan matanya, saat embun pagi membasahi dunia. Dan aku inginkan Jumat juga hari istimewaku yang lainnya. Hari dimana kamu meminangku dengan bismillah *berasa kae di film deh hehe. Dan semoga hari terakhirku di dunia juga hari Jumat, karena jumat adalah hari baik, khususnya buat ku. Amin,
Kamis, 26 Januari 2012
Cut Abang #2
Entah mengapa aku suka hari jumat. Mungkin karena aku dilahirkan di hari jumat, atau karena kamu tampak selalu istimewa di hari ini. Mungkin saja kita akan bertemu di hari jumat.. #eh #bolehjadi. Yang jelas, setiap Jumat kamu tampak lebih dewasa, bahkan dari jumat sebelumnya. Wajahmu semakin berseri, kalah deh yang namanya Edward Cullen #pastinya.
oia, jangan lupa makan siang dan selamat bekerja. Nanti malam kita ketemu lagi ya, bangunkan aku.
teruntuk,
Kamu, Pria ku :)
Aku bukan halte busway, tapi terminal lebak bulus
Hei tolol, aku ini terminal, bukan halte, tempat singgah. Aku tempat kamu memutuskan kemana kamu akan pergi. Sanaa pergi ke pohon rindang di samping abang penjual buku bekas itu. berteduh saja disitu. Kali aja kamu bisa baca buku bekas itu. ya orang-orang bekas seperti mu pantas disana. Orang yang belum kemana tujuan hidupnya.
Aku ingatkan ya, kalau kamu sudah tau mau kemana, boleh kamu menemuiku, disini.
Dasar tukang singgah
Cut Abang #1
Kamu sudah bangun? pasti lelah. terlihat jelas dari kantung mata mu yang semakin hitam dan sayu itu. Tapi aku suka. Kamu terlihat lebih manja pagi ini.
Oia, semalam aku memimpimu, duduk bersimpu di atas sajadah tua. Serius sekali percakapan mu dengan Tuhan, aku tak berani menguping, takut mengganggu mu. Tapi hati ku senang, Aku sempat mendengar sedikit ceritamu. Kamu sempat membicarakanku denganNya, benar kan? hihi.
Kamu ingin menjadi yang terbaik untukku, menghargai, mencintai, menyayangi, memenuhi semua kebutuhanku lahir dan batin. Hei... aku percaya padamu. Sebagaimana aku percaya pada Tuhan ku, bahwa dia akan mengirimkan yang terbaik itu padaku, dan itu kamu.
Cepatlah datang ya, aku menunggu. Di Mesjid Raya itu, tempat dimana kau akan meminangku.
Teruntuk,
Kamu, Pria ku :)
Kamis, 22 Desember 2011
Dari dulu sepi
Hanya ada angin yang semilir dan hawa kabut menyelimuti, pagi yang sepi.
Sepi saja, seperti siang tepatnya di saat makan siang.
Hanya ada meja, kursi, tembok di ruang kerja yang semuanya bisu, siang yang sepi.
Sepi saja, seperti sore menunggu hujan turun dan menunggu bis kota.
Hanya ada tanah becek, payung, dan halte kosong, sore yang sepi
Sepi saja, seperti malam minggu tanpa kekasih.
Hanya ada teras, novel, dan cemilan kering, malam yang sepi
Sepi saja, dari dulu juga sepi.
Kamis, 13 Oktober 2011
Aku pergi, tunggu aku
Rabu, 05 Oktober 2011
Hutan Kuning
Hei kamu dengan sejuta logika yang tak memiliki rasa, coba lihat aku. padang panjang dengan bukit hijau itu kemana? Angin sejuk yang tertawa riang kenapa hilang? Itu rumah ku dan itu pelindung mu. kau bakar jiwaku dengan egoismu, kau hancurkan tubuhku dengan tawa sinismu.
Kurang sabar apa aku, semua yang ada padaku hanya untuk mu. Tapi dirimu tak pernah menyapaku, jangankan itu, untuk sekedar peduli pun kau acuh. Mata sinis mu hanya tertawa melihatku.
Kini hanya aku yang menunggu mati, dan itu ditangan mu. mungkin kelak kau sadar, di saat udara menghimpit paru mu, disaat hujan menerkam malam mu, disaat matahari membakar nadi mu. Bahwa kau butuh aku, Hutan mu!
Selasa, 07 September 2010
DIA memberi mu Mata untuk melihat, Otak untuk berfikir, dan Hati untuk cinta
kelopak mataku, aku menggunakan otakku untuk berfikir yang dulunya seperti jalan buntu dan aku menggunakan hati untuk menemukan cinta sebenar yang hakiki.
Rabu, 01 September 2010
sahabat ku itu tegar sekali, aku kagum
sejak di bangku SMP aku sudah mengenalnya, parasnya cantik, tinggi dan memiliki senyum yang indah. dia istimewa, karena dibalik keceriaanya di selalu bisa bersyukur atas yang musibah yang menimpanya.
malam itu tak biasanya aku memutuskan untuk berkunjung ke tempat tinggalnya. suasana malam itu sejuk, bahkan angin dengan lincahnya bisa menyapa wajah yang kian hari terlihat jelas akan diri kita sebenarnya, dewasa dan menua, bahkan tak berdaya. bulan sedikit menampakkan dirinya, lalu kembali bersembunyii dengan malu di balik
awan.
dirumah tak ada siapa-siapa, hanya ada aku,dia dan seorang pembantu. layaknya tuan rumah, dia menjamu ku dengan makanan kesukaan ku, durian. tak lama setelah itu, aku mengajaknya untuk sholat berjamaah, kebetulan kami berdua belum sholat isya. sholat kali ini begitu damai, karena pada awalnya aku sempat sharing ilmu tentang bagaimana cara sholat khusyuk, dimana menghadirkan Tuhan di hadapan kita.
usai sholat, kami tersenyum dan merasakan kebahagian yang luar biasa, seakan tuhan itu dekat. kami bercerita tentang keluguan masa lalu dan indahnya masa yang telah kami lewati, hingga ia bercerita tentang orang tuanya. seketika, ia terdiam namun rawut wajahnya tersenyum bahagia, ya keluarganya telah tiada. ibu, bapak, kakak sudah wafat pada kejadian tsunami yang menimpa aceh pada 24 Desember 2004 silam. dia hidup sebatang kara sejak itu, meski masih ada beberapa keluarga dekat yang masih hidup.
sulit memang untuk menjadi orang yang ditinggalkan, apalagi mereka(keluarga) pergi tanpa kata, hilang begitu saja. meninggalkannya seorang diri di perantauan. tak ada lagi hari lebaran berkumpul dengan ibu dan bapak, tak ada
lagi senda gurau dengan kakak, tidak ada lagi tempat mengeluh kesah, tak ada lagi tawa riang yang biasaya hadir disaat makan bersama, kini sudah tiada. awalnya dia tak sanggup menerima kenyataan bahwa sudah ditinggalkan, sendiri di dunia fana ini.
sempat dia bertanya pada tuhan,"kenapa harus aku?". lambat laun, dengan mulai memahami bahwa hidup itu untuk allah dan semua akan kembali padaNya, dan dia dijadikan yatim piatu di dunia karena pilihan Tuhan kepadanya. keyakinannya adalah suatu ketentuan yang diberikan Tuhan kepada hambanya karena ia adalah orang yang tepat untuk menjalaninya. Tuhan tidak akan pernah memberikan cobaan melebihi kemampuan hambanya. dan dia menyadari satu hal, bahwa tak ada yang abadi di muka bumi ini. bahkan orang yang paling menyayangi dirinya pun dapat meninggalkannya seketika.
aku mulai berfikir, bahwa tak seseorang, benda atau apapun di muka bumi ini yang dapat menjadi sandaran untuk kita. mereka itu fana, mereka itu debu yang jika di tiup akan hilang entah kemana. hidup itu ada yang datang dan ada yang pergi. disaat seseorang datang pada kita, maka wajiblah kita untuk menggembirakannya, jika sudah saatnya dia pergi, berilah kebaikan untuknya. mungkin saat ini, cinta kita terhadap makhluk, harta, jabatan sangat kita sanjungkan, bahkan melebihi cinta kita padaNya. namun itu dapat hilang dalam sekejap mata memandang. mereka akan pergi begitu saja, namun Tuhan tidak. ingatlah disaat satu langkah mu kepadaNya, maka Tuhan mu seakan berlari untuk merangkul mu. cintaNya melebihi cintamu kepada sesuatu yang kau cintai.
bersyukur dan bersabarlah kita hari ini, jam ini, menit ini, detik ini, sekarang juga. karena itulah kunci kecintaan terhadap Tuhan kita. sahabatku, aku mungkin tak setegar dirimu, dan aku percaya bahwa engkau memang pilihan. kesabaran dan rasa bersyukurmu yang menjadi pelajaran terpenting saat bertemu denganmu.
.:: terima kasih untuk Maya ^^
Minggu, 29 Agustus 2010
pohon tua di ujung taman itu
surat ku untuk mama
wajah mu yang selalu meneduhkan jiwaku
senyummu yang selalu membangkitkan keterpurukanku
kasih sayang mu tak pernah membuatku ragu
pelukan mu menyejukkan batinku.
mama
9 bulan engkau mengandungku
engkau pun rela mempertaruhkan nyawamu untukku
tak pernah ada pamrih di dirimu
dan engkau tak pernah mengeluh akandiriku
mama
usia mu semakin senja di telan masa
badan mu semakin ringkih untuk berdiri
kaki mu pun kian melemah untuk menopang tubuh mu
lihat mata mu mama... ku tahu engkau lelah, tapi tak pernah ada kata keluh kesah di bibirmu.
lihat bibir mu mama... ku sering melihatnya bergetar, itu karena tak pernah sedetikpun kau lupa akan dzikirmu
lihat rambut mu mama... ku lihat telah banyak beruban, itu bukti perjuangan dan lelahnya perjuangan membesarkan ku
mama
kamu adalah malaikat ku di dunia
allah yang mengatakannya padaku ketika aku masih di dalam kandungan mu
dan aku pun tak pernah gelisah karenanya
karena ku yakin, engkau akan mendidikku dan memberi bekal yang cukup jika menghadap Tuhan seketika
mama
kamu tahu aku begitu menyesal?
dulu ku pernah membuatmu menangis, sakit hati, bahkan kecewa.
AKU boleh jujur mama?
sering di setiap doa, setiap sholat aku melupakan mu, aku terlalu sibuk memikirkan masalah ku.
kamu tak pernah menyadari mama?
ada kalanya ku tak mengikuti kata-kata mu, dan akhirnya aku sadar ternyata aku salah
mama
ijinkan aq memelukmu, bersujud ditelapak kaki mu, dan menyeka air matamu
cita ku sebelum aq mati adalah ingin membahagiakan mu dan membuat mu tersenyum di pusara ku nanti
mama
jika engkau yang meninggalkan ku terlebih dahulu,
ijinkan agar ku dapat memandikan mu
ijinkan agar ku dapat mensholati mu
ijinkan agar ku dapat menguburi mu
mama
jika aku yang terlebih dahulu meninggalkan mu
ku harap kau tak menangis karena kepergianku
ku harap kau tabah disaat tanah mulai menutupi wajahku
ku harap kau orang terakhir yang meninggalkan kuburanku
mama
mari kita bersyukur
tuhan mempertemukan kita karena Dia yakin
engkau dan aq kan menjadi insan yang mulia disisiNya kelak
mari berbenah mama, waktu kita tidak panjang
mama
genggam tangan mungilku
rangkul aku di setiap kesedihanku
ijinkanku memapahmu disaat kau sulit untuk menghadapi masalahmu
mama
cinta ku untuk hati mu
sayang ku untuk jiwa mu
*NB: ma... masalah mu adalah masalah ku, atas ijin allah aku ingin membantu mu, jangan menangis mama,
aku ada disini, kini adalah waktunya, harta dan jiwa ku persembahkan untuk mu. cukup sudah air matamu,
cukup sudah hati mu terluka karena orang lain padamu, karena sesungguhnya, hatiku lebih sakit dari hatimu.
ma, tersenyumlah disaat masalah itu datang pada mu, kembalikan padaNya, ikhlaskan dan tetap bersyukur.
Senin, 23 Agustus 2010
death will come to you..
terngiang kembali tausyiah taraweh semalam di masjid alhakim...(my paporit place buat tarawehan). "menjemput kematian" itu tema yang diceritakan oleh seorang ustad...
tiba-tiba saja tubuh ku bergetar, secara tak sadar mungkin aq sedikit menitikkan air mata (ga lebay loh ya)...kematian itu dekat, sangat dekat bahkan dia ada di hadapan mu sekarang. kematian adalah masa depan mu yang sudah pasti kedatangannya. kita hanya berusaha menjadi insan yang baik disaat dia menyapa kita, tanpa kata.
sempat aq baca sbuah blog, dan pesannya seperti ini:
"Ukhtifillah, janganlah takut mati,
jangan pula menantang mati,
tapi rindulah akan mati
karena ...
mati adalah pintu perjumpaan kita dengan Sang Kholiq"
ya kalimat itu benar...sejenak aku tak sanggup berkata, hanya istigfar yang terucap di bibirku yang kaku ini. aq percaya satu hal allah pernah berkata (dapet dari ustad juga, tapi lupa ayat berapa :D) "kehendaKU, sesuai dengan prasangka hambaku".
subhanallah, cukup mempercayai allah akan memaafkan kita, maka kita akan dimaafkan olehNya (dengan ibadah dan tobat loh ya).
semoga hari-hari kedepan, kujalani dengan lebih baik, meski SETAN banyak beut ada dimana-mana, aku masih memiliki saudara yang saling mengingatkan.
untuk semua teman,sahabat, dan terutama kluarga, mohon dibuka pintu maaf sebesar-besarnya :D.
jadi teringat lagu ini:
"...suatu hari nanti pasti kan bercahayapintu akan terbuka kita langkah bersamadi situ kita lihat bersinarlah hakikatdebu jadi permata, hina jadi mulia..."
------------
menjadi diri sendiri dan menjadi lebih baik dari sebelumnya.. piss ^^ (gw suka gaya lo fik :P)